XSML Fashion

MANFAATKAN PELUANG, INDUSTRI KOSMETIK INDONESIA SIAP BERSAING

Facebook
Twitter
WhatsApp

Produk kosmetik dengan kualitas tinggi selalu menjadi pilihan Anda. Namun tahu kah Anda Brand dengan sertifikasi halal dijamin berkualitas lho..

 

Lebih dari dua dekade menguasai industri kosmetik di dunia, kini posisi Perancis akan segera tergeser oleh pemain pemain baru. Tepat pada tahun 1990 silam negara beribukota Paris tersebut resmi menjadi Powerhouse terbesar di dunia.Semua orang menanti produk-produknya dan semua wanita ingin berubah menjadi lebih seksi seperti wanita Perancis.Industri kecantikan yang semakin berkembang membuat negara-negara di Eropa ikut ambil bagian dalam meramaikannya dengan beragam brand.Powerhouse perawatan kulit dan kecantikan mulai menjamur di berbagai negara di Eropa dan Amerika. Melalui L’Oréal Group, industri kosmetik Perancis mendunia. Sayangnya dominasi brand-brand Eropa yang digelontorkan perusahaan multinasionaltersebut tak cukup mampu mempertahankan kedudukan Perancis.Negara-negara Asia mulai unjuk gigi di industri kosmetik dunia, sebut saja Jepang Korea dan bahkan Indonesia.

Korea Selatan mulai disebut-sebut sebagai Perancis baru, lantaran inovasi produk-produk perawatan kulitnya yang mampu melampaui produk-produk kecantikan dari negara lain. Tak sebatas kosmetik dan perawatan kulit seperti serum, serangkaian teknologi melalui operasi pelastik, lasser juga ikut menjadi trend.Berkembangnya perawatan kulit di Korea Selatan dilatarbelakangi dari keluh kesah konsumennya.Para wanita Korea mengeluh atas kulitnya yang berubah menjadi gelap lantaran paparan sinar matahari.Setelah ditelusuri kondisi tersebut nyatanya telah menjadi masalah klasik sejak zaman kerajaan di Asia.Rahasia perawatan kulit para putri raja akhirnya menjadi jawaban bagi para pelaku industri kosmetik untuk memenuhi kebutuhan para konsumennya.Tak hanya ramuan dan bahan-bahan alami ala putri raja, serangkaianinovasi dengan teknologi pun ikut diluncurkan.

Semakin hari industri kosmetik di Korea semakin besar, karena semakin banyaknya wanita Korea yangterobsesi memiliki kulit cantik sempurna.Demi mewujudkan hal tersebut tak jarang para wanita Korea rela menggunakan 18 macam perawatan kulit per hari.Kondisi ini mendorong para pelaku industrikosmetik di negeri gingseng tersebut  mengeluarkan berbagai produk dan mengemas 18 macam perawatan kulit dalam satu paket. Produk ini bahkan dipercaya memiliki kualitas yang samadengan dengan produk OTC, yakni produk yang dibuat dengan resep khusus dari dokter di Amerika. Tak heran kini banyak perawatan kulit asal korea banyak juga digunakan oleh perempuan Amerika.Meski digadang-gadang menjadi Paris baru, jikadilihat sekilas beberapa produk kosmetik Korea, nyatanya merupakan produk yang telah lama dikenal di AS. Satu diantaranya adalah Blemish Balm Cream atau sering disebut dengan BB Cream, sebuah produk perawatan kulityang  multi-fungsi sebagai pelembab, primer, foundation, sekaligus sunblock semua dalam 1 produk.

Inovasi bukan satu-satunya yang menjadikan produk kecantikan asal Korea mulai membanjiri pasar di dunia faktor lainnya adalah brand image yang mereka buat.Para idol Hallyu yang menjadi idola di berbagai dunia turut berperan serta membesarkan industri ini.Tak dipungkiri para wanita saat ini ingin memiliki kulit cantik mirip Seohyun salah satu anggota girlband Girl’s Generation yang menggunakan serangkaian produk The Face Shop. Putih berseri, kenyal dan terlihat lebih muda dari usia aslinya menjadi idaman para wanita saat ini.

Pergeseran pusat perawatan kulit yang makin ke Asia juga memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi powerhouse skin care dan beauty product.Industri kosmetik di Indonesia sendiri mulai berkembang pada tahun 70an. Martha Tilaar Grup tercatat sebagai pelopor dalam industri kosmetik di Indonesia.Tepatnya pada tahun 1970 silam D.R (H.C) MarthaTilaar mulai merintis bisnis di bidang kecantikan.Kini perkembangan industri kosmetik di tanah air semakin besar.Kesuksesan Martha Tilaar bisa ditilik dari berbagi jenis produk kecantikan yang berhasil diproduksi dan menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Berdasarkan data dari website resmi Marta Tilaar, pihaknya mengungkapkan setidaknya 11% pasar produk perawatan wajah di Indonesia mampu mereka kuasai melalui brand-brand mereka seperti PAC, Dewi Sri Spa, Sari Ayu, Caring Colours, Belia, Biokos, Mirabella, Cempaka dan Rudy Hadisuawarno Cosmetics. Sebagai pemain lawas Martha Tilaar tak hanya memiliki latarbelakang gemilang di pasar lokal melainkan juga di negeri tetangga.

Sukses dengan berbagai brand perawatan kulit dan kosmetik Martha Tilaar tak tinggal diam. Produk-produknya kini dapat dijumpai di Asia dan Amerika.Di Asia negara-negara anggota ASEAN menjadi targetnya. Pihaknya juga meluaskan pasar hingga ke Hongkong, Jepang , Taiwan. Sementara itu di Amerika, meski belum membuka toko di sana pesanan dari New York rutin mereka penuhi dari tanah air.Tak sebatas produk, Martha Tilaar juga mulai membuka gerai di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Kini Martha Tilaar mengarungi pasar internasional tak hanya bersaing dengan brand luar negeri melainkan juga brand lokal sepert Mustika Ratu.

Mustika Ratu tak hanya eksis melalui ajang-ajang kecantikan di dunia internasional.Bersaing dengan Martha Tilaar, Mustika Ratu juga melebarkan sayap ke negara-negara Asia dan Timur tengah.Pada tahun 2014 bahkan mereka memiliki beberapa negara tujuan baru di kawasan Afrika dan Eropa untuk produk-produknya.Negara tersebut diantaranya Togo, Burkina Faso, Benin, Ghana dan satu lagi Eropa, yakni Jerman.

Di Indonesia Mustika Ratu dan Martha Tilaar memang merupakan duo lawas di Industri kecantikan tanah air, namun demikian mereka kini mulai menemui persaingan ketat dengan brand-brand lokal pendatang baru. Mereka tak hanya dituntut untuk mampu bertahan atas produk asing baik di pasar nasional ataupun internasional melainkan juga harus mampu bertahan sebagai pemain lawas. Sederet brand lokal seperti Wardah, Polka Beauty, Mineral Botanica turut menjadi ancaman bagi mereka baik di pasar dalam ataupun  luar negeri.Salah satu dari brand tersebut nampaknya Wardah harus diwaspadai oleh mereka mengambil pasar muslim Wardah memiliki potensi diterima cukup besar di dunia, terutama di negara-negara berpenduduk muslim.

Competitive Landscape Direct Competitor

Keberhasilan Wardah menggaet pasar muslim dengan produk khalalnya telah terbukti di dalam negeri dan bukan tidak mungkin akan diaplikasikan ke pasar luar negeri. Wardah dengan brand halal berhasil menjadi produk yang cukup populer di Indonesia. Ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang berhasil di raihnya.Jika dipresentasikan bahkan Wardah dapat dikatakan mendapat tingkat popularitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan brand-brand yang lahir dari perusahaan ternama lainnya di Indonesia, seperti yang diungkapkan diagram di bawah ini. Wardah mampu bersaing dengan brand Martha Tilaar dan Mustika Ratu dari segi popularitas.

Menjamurnya brand-brand kosmetik turut memberi dampak positif pada kondisi industri kosmetik tanah air.Hingga kini data dari Kementerian Perindustrian setidaknya tercatat sekitar 760 perusahaan kosmetik di Indonesia ikut mewarnai pasar domestic.Perusahaan yang memproduksi dan menjual merek-merek make up, skin care, body care dan feminine hygine care ini berhasil menyerap 7.500 tenaga kerja langsung dan 600.000 tenaga kerja tak langsung. Industri kosmetik juga digadang-gadang menjadi sektor yang paling potensial guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.Hal ini dapat dilihat dari angka ekspor yang cukup besar. Berdasarkan data dari Kemenperin pada tahun 2015 angka ekspor mencapai USD 818 juta atau sekitar Rp 11 triliun. Sedangkan nilai impor menyentuh setengahnya yakni USD 441 juta.Potensi yang cukup besar menuntut para pelaku usaha memiliki inovasi-inovasi baru, demi memanfaatkan peluang tesebut.

Menjaga Dominasi Pasar Dalam Negeri dengan Varian Produk

Perkembangan industri kosmetik di Indonesia menunjukan angka positif.Berdasarkan catatan dari Euromonitor Internasional industri kosmetik di Indonesia telah mencapai lebih dari USD 5 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 12 %.Tak hanya pertumbuhannya yang pesat industri kecantikan tanah air diniliai kuat lantaran tak terpengaruh oleh krisis moneter yang terjadi pada tahun 2009 lalu.Pada tahun 2011 penjulan produk lokal mencapai Rp 8,5 triliun di dalam negeri sedangkan untuk ekspor pada tahun 2011 mencapai 1,9 triliun. Kondisi tersebut membuat Kemenperin yakin bahwa industri kosmetik mampu berkembang dengan pesat . Pada tahun 2015 pihaknya mengestimasi industri tersebut dapat tumbuh mencapai 9 % atau senilai Rp 64,3 triliun.

Namun demikian mewujudkan pertumbuhan yang pesat dengan menjadikan brand-brand dalam negeri sebagai penguasa pasar bukanlah hal yang mudah.Apalagi penguasaan pasar yang masih didominasi produk impor menjadi kondisi yang masih menjadi masalah klasik bagi perkembangan produk dalam negeri.Ditambah lagi penjulan produk impor pada tahun 2012 meningkat hingga 30 % yakni mencapai 2,44 triliun dibanding tahun 2011 hanya 1,87 triliun. Permintaan konsumen atas brand-brand luar negeri menjadi salah satu faktor meningkatknya kosmetik impor di pasar lokal.Berdasarkan data dari BPOM produk impor kosmetik mencapai 60% di pasar domestik pada tahun 2013-2014 dari total penjualan Rp 15 triliun.  Dari angka 60 % produk impor tersebut berasal dari ASEAN sebesar 5 % dan 55 % sisanya dari Eropa, China, Amerika dan lainnya.

Pertumbuhan barang impor diperdiksikan akan semakin meningkat seiring kesanggupan perusahaan multinasional untuk memenuhi permintaan pasar nasional. Perkembangannya akan semakin besar seiring meningkatkanya peluang pasar di tanah air. Salah satu perusahaan multinasional yang telah mengukuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya dalam jumlah besar adalah perusahaan multinasional terbesar di dunia L’Oreal.Keseriusan mengelola pasar di Indonesia juga ditunjukan pihaknya dengan membangun pabrik baru yang diklaim terbesar dari 43 fasilitas produksi yang dimiliki L’Oreal di seluruh dunia. Pabrik ini juga nantinya akan memasok semua permintaan di Asia.Tak main-main pabrik yang dibangun di Jawa Barat tersebut total investasinya mencapai kurang lebih Rp 1,25 triliun.Tak hanya itu ancaman produk impor illegal yang beredar di pasar online juga menjadi tantangan tersendiri.

Membludaknya brand-brand impor ternama di dunia seperti L’Oreal menuntut para brand lokal memiliki formula khusus dalam mengambil hati para konsumen dalam negeri.Brand yang dinilai cukup sukses dan mampu menarik hati konsumen antara lain Wardah, Sari Ayu, dan Mustika Ratu. Ketiga produk tersebut bermain tak hanya terbatas pada varian produk make up, melainkan juga yang lainnya seperti skin care, hair care dan feminine hygine care. Pada kategori make up Sari Ayu, dan Mustika Ratu tentu masih punya pangsa pasar, terutama bagi masyarakat yang memang tumbuh remaja dengan produk-produk dari dua brand yang telah lama di Indonesia. Sementara pada make up hingga saat ini Wardah menjadi satu-satu brand nasional yang memiliki cukup besar dominasi di pasar lokal.

Dominasi Pasar Dengan Sasar Kaum Mayoritas

Di tengah dominasi produk luar negeri di pasar lokal, brand Wardah menjadi satu-satunya produk yang memiliki dominasi kuat diantara brand-brand lokal lainnya.Bahkan menggeser pemain kawakan Martha Tilaar dan Mustika Ratu. Angka penjualan Wardah pada tahun 2014 yang mencapai 200 miliar perbulan tersebut berhasil melampaui kedua brand lawas Indonesia, yaitu 600 dan 400 miliar rupiah selama satu tahun.Keberhasilan Wardah bukanlah tanpa strategi. Produk yang diproduksi sejak 1995 ini berhasil menyasar pasar kaum mayoritas di tanah air, yakni masyarakat yang kurang lebih 90% muslim. Wardah sukses dengan brand image khalal yang dia bangun sejak 15 tahun lalu.Wardah telah memperkenalkan produknya tak hanya aman digunakan, melainkan tersertifikasi khalal. Faktor lain yang juga mendukung keberhasilan Wardah adalah fenomena peningkatan kelas menengah di Indonesia yang tidak dibarengi paham sekularisme. Kondisi ini dipercaya menjadi salah satu faktor berbagai macam produk bersertivikasi khalal cukup dibutuhkan masyarakat termasuk, kosmetik, karena tumbuhnya masyarakat menengah muslim yang tetap selektif dalam mengonsumsi produk apapun.

Menyasar kaum mayoritas di Indonesia membuat Wardah memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup besar sekitar 45 % di tengah kosmetik Korea, dan Negara Eropa yang membanjiri pasar lokal. Hal ini juga dibuktikan dengan raihan Top Brand pada tahun 2015 fase pertama,sebanyak 10 produk.Ini menjadi perkembangan cukup pesat bagi Wardah, mengingat tahun lalu hanya ada satu produk saja.Produk-produk Wardah nyatanya bukan hanya dikenal di dalam negeri saja, namun negeri tetangga juga cukup antusias.Perannya dalam berpartisipasi di International Beauty Expo (IBE) 2016 mengantarkan Indonesia meraup keuntungan sebesar 1,8 miliar,capaian ini meningkat sekisar 12,5 %.Dalam gelaran ini Wardah tak sendiri melainkan juga bersama brand-brand dalam negeri lainnya seperti Immortal, Mustika Ratu, Polka Cosmetics.Capaian yang cukup tinggi dari hasil pameran tersebut mampu mengenalkan produk-produk dalam negeri ke jenjang internasional apalagi pada acara ini terdapat pembeli yang berasal dari berbagai negara seperti Australia, Pakistan, India, Cina, dan Arab Saudi.Pameran lainnya yang juga mengikutsertakan wardah adalah pameran yang berlangsung pada 15-17 Mei 2016 di Dubai World Trade Centre, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tak tanggung-tanggung dalam pameran ini Indonesia berhasil meraup sebesar Rp6,89 miliar.

Namun sayangnya meski sudah cukup dikenal di beberapa negara tetangga PT Paragon dan Technology belum juga mampu mengikuti jejak pendahulunya  PT Martina Berto Tbk dan PT Mustika Ratu Tbkyang sudah mampu menembus pasar Malaysia. Menurutnya banyak kendala yang harus diatasi termasuk tingginya patokannya bea masuk yang diterapkan oleh negeri tetangga, yakni sebesar 25 % bahkan lebih. India menjadi negaranya yang mematok nilai cukup tinggi untuk bea masuk sekitar 30 %.Sementara itu melangkah maju dan membuka kesempatan di pasar internasional nampaknya harus cepat-cepat dilakukan oleh Wardah, sebelum brand khalal lainnya ambil bagian.Pasalnya trend produk khalal kini mulai merambah di berbagai negara seperti  Singapura, Malaysia Thailand, Filipina, Uni Emirat Arab, dan Taiwan.

Wardah bisa mempermudah langkah dengan mengikuti berbagai program pemerintah yang dinilai cukup sejalan.Seperti salah satunya program Kementerian Perdagangan yang kini mulai menggenjot ekspor kosmetik khalal di berbagai negara-negara Arab hingga 2019 mendatang. Targetnya pun tak tanggung-tanggung yakni Rp46,8 triliun. Kerjasama ini diharapkan akan sukses dan mampu membuka pangsa pasar baru bagi produk-produk kosmetik khalal dalam negeri. Negara tersebut diantaranya Australia, Jepang, Mozambik, Kenya, Afrika Selatan, dan Madagaskar.

Peluang lainnya adalah meluasnya pangsa pasar khalal, yaitu banyaknya masyarakat nonmuslim yang mulai melirik serangkaian produk bersertifikasi khalal.Trend ini diungkapkan oleh Ahli Biokimia Italia, Raffaela Gregoris. Dalam penelitiannya Gregoris mengungkapkan bahwa trend produk khalal diproyeksikan akan meningkat hingga 15 % di tahun 2016 sampai 2020 mendatang di Arab Saudi. Trend ini terjadi seiring kesadaran konsumen akan kualitas produk yang mereka konsumsi. Permintaan ini kemudian membuat perusahaan berlomba-lomba memproduksi barang dengan bahan-bahan alami.Untuk membuktikan kualitas barang perusahaan juga melakukan berbagai uji klinis, seperti pengujian anti metal berat, pengujian nikel, kandungan gluten hingga bebas pengujian terhadap kandungan hewan.

Jika wardah tak bergerak cepat, maka produk-produk kosmetik asal Eropa siap siaga mengisi permintaan produk khalal. Salah satu produk khalal yang memiliki peluang menjadi saingan brand-brand seperti wardah adalah pure make up. Brand ini dirilis pada tahun 2010 di Birmingham Inggris. Pure make up telah dipasarkan secara online dan konsumennya berasal dari Malaysia, Indonesia, Singapura dan beberapa negara di Eropa serta Amerika. Brand lainnya yang juga mengusung tema khalal yaitu,The Halal Cosmetic Company, PHB Ethical Beauty dan Sampure Minerals.

Dengan kesadaran bahwa tak hanya Indonesia yang memiliki produk khalal diharapkan menjadi acuan untuk brand-brand halal di tanah air termasuk Wardah sesegera mungkin mengambil peran di pasar internasional.Selain itu Wardah juga bisa berguru dari pendahulunya yang sudah lebih awal mengarungi pasar internasional.Atau Wardah bisa menginisiasi kerjasama yang terdiri brand-brand lokal untuk membuka pasar di dunia internasional. Hal ini penting dilakukan mengingatjikaWardah tak bergerak cepat maka pangsa pasar dunia akan berpindah tangan atau bahkan kembali diduduki negara-negara Eropa.Tentu hal ini tidak diinginkan para pelaku usaha yang telah mendamba pasar luar negeri.

Bergerak cepat dan tepat sasaran perlu dilakukan, demi mencegah penguasaan pasar yang berulang di tangan Eropa.Jika ini tak mampu dilakukan maka potensi industri kosmetik yang digadang-gadang mampu menopang peningkatan ekonomi hanya impian belaka. Wardah pun yang saat ini baru berhasil meraih para konsumen lokal gagal menjadi jembatan indonesia sebagai powerhouse skincare dan beauty department. Disisi lain trend penggunaan produk khalal yang telah dibangun Wardah lebih 15 tahun hanya akan dinikmati perusahaan asing dan Indonesia akan semakin bergantung pada produk luar negeri sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kesimpulan

Peluang Indonesia menjadi powerhouse Skincare and Beauty Department layaknya Perancis sangat besar. Ini akan terwujud jika para pelaku industri mampu memanfaatkan peluang yang ada dan merealisasikannya dengan cepat. Melalui trend produk kosmetik khalal yang mulai diminati di berbagai wilayah seperti Malaysia, Singapura, Brune Darussalam, Taiwan, dan negara-negara Arab Saudi, Indonesia mampu menjadi pusat dari produk-produk kecantikan dan kosmetik. Pangsa pasar yang sangat luas dan mudahnya saling terkait melalui teknologi akan membuat produk-produk khalal Indonesia dapat meluas hingga Eropa, bahkan wilayah Afrika juga bisa menjadi pasar baru bagi Indonesia.

Saat ini momennya cukup pas jika kita runut dari fenomena bergesernya powerhouse skin care dan beauty dari Eropa ke Asia. Apalagi jika dilihat dari segi sumber daya alam, sebagai negara tropis Indonesia juga cukup menunjang.Banyak bahan tanaman yang tumbuh di tanah bumi pertiwi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk kecantikan. Jadi ini akan mempermudah para pelaku usaha menciptakan varian produk khalal,saat  penerimaan skala besar di pasar internasional benar-benar nyata.

Jika benar-benar terwujud kondisi ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengenalan produk kosmetik tradisional perempuan Indonesia ke mata dunia.Tak hanya mewujudkan para pelaku industri juga harus mempertahankannya dengan menjalankan serangkaian program yang sejalan bersama pemerintah. Kerja keras dan berbagai inovasi juga harus dilakukan mengingat Perancis sebagai pelopor industri kosmetik tak akan mau dengan mudah digantikan.