XSML Fashion

5 HAL YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN SAAT TAHUN BARU CINA

Facebook
Twitter
WhatsApp

Banyak hal tabu yang dilakukan saat Tahun Baru Cina tiba. Jika dilakukan maka hal buruk dipercaya akan terjadi.

 

Sederet kegiatan dalam menyambut keberuntungan selalu dilakukan setiap tahun dalam rangka menyambut  Tahun Baru Cina. Mulai dari mendekorasi rumah, menyiapkan angpao hingga hidangan wajib menjadi agenda tahunan. Hal ini karena tahun baru merupakan titik awal nasib bermula. Jadi penting bagi masyarakat Tionghoa memastikan nasib baik akan menyertai mereka sepanjang tahun yang akan datang. Oleh karena itu meski banyak hal yang dilakukan untuk mendatangkan keberuntungan ada pula kegiatan yang dilarang dilakukan saat Tahun Baru Cina berlangsung. Kepercayaan ini telah dipercaya masyarakat Tionghoa secara turun temurun. Berikut 5 hal yang tidak boleh Anda  lakukan  dan alasannya:

1. Menyapu Atau Membuang Sampah

Pastikan saat datangnya Tahun Baru Cina semua ruangan tampak bersih dan hindari menyapu serta membuang sampah. Kegiatan ini dilarang dilakukan lantaran sampah yang kita buang disimbolkan sebagai keberuntungan. Jadi menyapu dan membuang sampah saat Tahun Baru Cina diyakini sama saja membuang keberuntungan yang datang. Namun jika kegiatan ini sangat diperlukan untuk dilakukan usahakan Anda menyapu dari luar ke dalam. Arah menyapu dipercaya sama saja kita mengumpulkan rezeki dari luar ke dalam rumah. Selain itu membuang air ke luar rumah juga harus dihindari tertutama air yang mengalir. Air mengalir dimaknai sebagai pergerakan uang. Dalam hal ini air mengalir yang dibuang sama saja membuang pergerakan uang yang mengalir kepada Anda.

2. Mengunjungi Orang Tua Di Hari Pertama

Pada saat hari pertama Tahun Baru Cina menjadi momen berkumpul keluarga, namun demikian anak perempuan yang telah menikah dan tinggal bersama keluarga suami dilarang mengunjungi orang tuanya.  Hal ini karena anak perempuan yang telah menikah dan tinggal bersama suami dianggap sebagai orang lain. Jika ini tetap dilakukan maka dipercaya kedua orang tuanya akan dilanda kemiskinan. Tak hanya mereka namun kemiskinan juga akan melanda  kakak dan adik yang masih tinggal bersama orang tua tersebut.

3. Sarapan Bubur dan Daging

Menurut kepercaan masyarakat Tionghoa bubur menjadi lambang kemiskinan, karena mereka percaya orang miskin tidak cukup mampu membeli beras.  Oleh karena itu pada hari pertama Tahun Baru Cina dilarang menyantap makan yang satu ini. Terutama saat di pagi hari sebagai menu sarapan. Sebagai gantinya Anda dapat menjadikan sisa makanana yang disantap saat kumpul keluarga malam kemarin akan berdampak baik pada keberuntungan Anda. Selain itu daging juga menjadi salah satu menu yang dilarang untuk dijadikan menu sarapan. Hal ini karena hari pertama di hari perayaan para Dewa akan datang ke rumah untuk merayakan tahun baru bersama. Itu artinya semua orang harus menyambut dan menunjukan rasa hormat kepada para Dewa Budha dengan tidak memotong hewan dan memakan daging. Alasan lainnya karena pada Budha merupakan vegetarian.

4. Mencuci Baju

Mencuci baju menjadi salah satu kegiatan yang dilarang di hari pertama dan hari kedua di hari raya. Hal ini karena di hari tersebut merupakan hari peringatan lahirnya Shuishen (Dewa Air). Jika Anda tetap melakukan kegiatan mencuci dianggap tidak menghargai Dewa. Di samping, itu mencuci juga dipercaya menghilangkan keberuntungan yang telah didapatkan selama ini. Hal lainnya yang tidak boleh dicuci adalah rambut. Rambut dalam bahasa Cina pelafalan dan karakternya mirip Fa dalam facai yang artinya menjadi makmur. Maka mencuci rambut dianggap menghilangkan kemakmuran atau keberuntungan di tahun baru.

5. Minum Obat ataupun Berobat

Jika seseorang mengalami sakit ringan dilarang mengonsumsi obat ataupun berobat sejak hari pertama hingga Lantern Festival tiba. Lantern festival merupakan perayaan tahun baru yang dirayakan pada hari ke 15 belas di bulan pertama kalender Cina. Orang Tionghoa percaya jika Anda  tetap minum ataupun berobat maka rasa sakit tersebut akan dirasakan hingga satu tahun kedepan atau bahkan Anda tidak akan mengalami pemulihan sama sekali. Meski hampir sebagian besar masyarakat Tionghoa percaya akan hal ini, namun kepercayaan ini tidak berlaku di kondisi darurat. (Fela)