
Memilih pakaian anak tentunya membawa tantangan berbeda dibanding baju dewasa. Bukan cuma soal model atau lucu-lucuan, ada beberapa kriteria pakaian anak yang wajib dipahami orangtua agar si kecil tetap nyaman beraktivitas.
Tak hanya keren dan fashionable, namun pakaian juga harus memenuhi kriteria ketahanan, kenyamanan, kemudahan merawat, dan tentunya stylish. Mengakap aspek-aspek tersebut penting? Bagaimana faktor-faktor tersebut saling terkait? Berikut penjelasannya!
Alasan “Kriteria Pakaian Anak” Jadi Hal Penting

Saat anak aktif bergerak, sering bermain, dan tumbuh dengan cepat, pakaian mereka diuji dari banyak aspek. Baju akan lekas robek, jahitan mudah lepas, bahan kasar, dan semua itu bisa jadi masalah. Karenanya, orang tua butuh panduan agar investasi pakaian anak tidak sia-sia.
Dengan memahami kriteria pakaian anak yang ideal, orangtua bisa memilih item yang lebih awet, nyaman, dan bernilai jangka panjang. Ada empat kriteria utama yang akan kita bahas, yaitu durable (tahan lama), comfortable (nyaman dipakai), easy-care (mudah dirawat), dan stylish (tetap menarik). Setiap kriteria ini saling mendukung satu sama lain. Pakaian yang stylish tapi cepat rusak atau sulit dirawat tetap tidak ideal untuk kebutuhan anak.
1. Kriteria #1: Durable (Tahan Lama)

Ketahanan pakaian adalah salah satu aspek penting yang tak boleh diabaikan. Pakaian anak yang durable berarti memiliki ciri-ciri, antara lain:
- Jahitan kuat dan rapi
- Bahan yang tidak mudah tipis atau robek
- Bebas dari titik lemah (seperti jahitan longgar, tepi mudah terurai)
- Perawatan bahan agar tidak mudah aus atau melar
Sebagaimana dijelaskan di atas, anak-anak bergerak sangat banyak, mulai dari berlari, melompat, bermain di tanah. Pakaian yang tidak tahan lama akan cepat rusak. Menurut panduan desain pakaian anak, melansir Kabeier, durabilitas adalah aspek utama karena pakaian kidswear hendaknya menahan frequent movement dan aktivitas berat.
Adapun beberapa bahan dan teknik yang mendukung durabilitas dalam pakaian anak antara lain adalah:
- Campuran bahan (misalnya cotton + polyester) agar memiliki kekuatan serat sintetis sekaligus kelembutan katun
- Fabrik yang telah menjalani proses finishing untuk mengurangi keausan
- Reinforcement pada area rawan seperti siku, lutut, jahitan samping
- Jahitan ganda atau jahitan overlock
Dalam konteks brand, XSML bisa memilih bahan dan supplier yang memenuhi standar tersebut, serta melakukan quality control ekstra supaya produk anak tidak mudah rusak. Misalnya untuk pemilihan T-shirt, produk pakaian anak menggunakan bahan katun yang berkualitas sehingga lebih tahan lama.
2. Kriteria #2: Comfortable (Nyaman)

Kenyamanan adalah kunci agar anak mau memakai pakaian itu seharian. Berikut unsur kenyamanan yang perlu diperhatikan:
- Bahan lembut dan breathable (memungkinkan udara keluar-masuk)
- Kain yang menyerap keringat, agar kulit anak tidak lembap dan iritasi
- Permukaan jahitan halus, tanpa benang kasar atau label yang menusuk kulit
- Kelenturan / elastisitas agar gerakan tidak terbatas
Menurut panduan dari Clothing Hints for Young Children, yang dipublikasikan di jurnal New Mexico State University, katun dan campuran katun sangat dianjurkan karena sifatnya menyerap dan nyaman di kulit. Mereka juga menyebut bahwa pakaian yang terlalu kaku atau terlalu sempit bisa mengurangi kenyamanan dan membatasi gerakan. Dalam desain kidswear, sering digunakan tipe kain rajut (knit) atau bahan stretch ringan agar pakaian mengikuti bentuk tubuh tanpa menekan.
3. Kriteria #3: Easy-care (Mudah Dirawat)

Pakaian anak yang ideal juga harus praktis dirawat. Penanganan yang terlalu khusus dan sulit tentunya justru akan menghabiskan waktu dan bahkan biaya. Hal ini cenderung tidak sesuai dengan konsep sustainability. Beberapa ciri easy-care:
- Bisa dicuci mesin atau tangan tanpa merusak bentuk
- Warna tidak mudah pudar atau luntur
- Bahan tidak mudah kusut, atau tetap terlihat rapi setelah dicuci
- Tidak memerlukan perawatan khusus (seperti dry clean)
Selain itu, ada beberapa praktik yang mendukung kemudahan perawatan namun tetap mencegah pakaian cepat rusak, antara lain:
- Fabrik pra-shrunk agar penyusutan minimal
- Pewarnaan stabil (tidak cepat luntur)
- Finishing anti-pilling (agar serat tidak mudah “bulu-bulu”)
- Instruksi perawatan yang jelas agar orang tua tahu cara menjaganya
Dalam produksi, brand seperti XSML bisa menambahkan finishing yang mendukung easy-care agar pakaian anak bisa tetap awet tanpa harus perawatan berat.
4. Kriteria #4: Stylish (Estetika dan Desain)

Meski fungsi penting, orangtua tak boleh lupa bahwa pakaian anak juga bagian dari ekspresi gaya. Kriteria pakaian anak yang stylish mencakup aspek-aspek seperti:
- Desain clean / minimalis atau motif ringan yang tidak cepat usang
- Warna netral atau tone lembut yang mudah dipadupadankan
- Detail kecil yang menarik tapi tidak berlebihan
- Model yang cocok untuk berbagai kesempatan (sehari-hari, main, acara ringan)
Desain stylish yang terlalu rumit atau banyak ornamen bisa menimbulkan potensi rusak atau membuat pakaian cepat usang karena selera cepat berganti. Maka gaya minimalis atau gaya quiet luxury bisa menjadi jawaban agar pakaian tetap relevan lama.
Tips Memilih dan Memaksimalkan Pakaian Anak

Selain memastikan kriteria pakaian anak terpenuhi, orangtua juga perlu memahami cara lain untuk memaksimalkan usia pakaian. Berikut tips praktis yang bisa dipakai orang tua agar tidak salah pilih:
- Cek jahitan dan finishing: Jahitan rapi, benang tidak mudah lepas, area tepi yang selesai rapi.
- Pilih bahan yang tepat: Gunakan bahan kombinasi natural + sintetis agar balance antara kenyamanan dan ketahanan.
- Cermati label dan petunjuk perawatan: Pastikan bisa dicuci dengan air dingin atau suhu rendah agar warna dan bentuk tetap stabil.
- Rotasi pakaian: Jangan pakai satu item terus-menerus. Bergantian agar tiap pakaian punya “waktu istirahat”.
- Perbaiki kerusakan kecil segera: Kecil jahitan lepas atau sobekan kecil segera diperbaiki agar tidak melebar.
- Simpan dengan benar: Lipat atau gantung supaya kain tidak meregang atau kusut.
- Reuse atau donasi bila sudah tidak muat: Jika masih layak pakai, bisa disumbangkan atau diubah (upcycle) agar tidak langsung terbuang.
Memilih pakaian anak bukan hanya soal tampilan lucu. Dengan memperhatikan kriteria pakaian anak, yakni durable, comfortable, easy-care, dan stylish, orangtua bisa memastikan anak memakai pakaian yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga awet dan bernilai.
Brand seperti XSML bisa menjadi contoh bagaimana fashion anak bisa lebih matang dari sisi kualitas, desain, dan nilai jangka panjang. Jadi, ketika kamu memilih pakaian anak, usahakan bukan sekadar menarik di mata, tapi memenuhi keempat kriteria ini agar tidak sia-sia di kemudian hari.
Yuk, mulai sekarang pilih pakaian anak dengan lebih bijak berdasarkan kriteria di atas! Bila ingin melihat koleksi kidswear yang dirancang dengan pertimbangan ini, cek koleksi XSML melalui Linktree atau Shopee XSML Official Store!
References:
