Dialog antara Warisan dan Masa Depan
Tokyo—kota di mana tradisi dan inovasi hidup berdampingan—menjadi panggung bagi XSML untuk mempersembahkan koleksi Spring/Summer 2024 “SUSTAINABILITY” dalam rangkaian (X) S.M.L Fashion Week Tokyo 2024. Dalam atmosfer yang hening dan kontemplatif, peragaan ini hadir sebagai pernyataan halus namun kuat: sebuah redefinisi makna sustainability sebagai filosofi desain, bukan sekadar tren musiman.
XSML berbicara melalui detail, tekstur, dan siluet—menjadikan mode sebagai medium refleksi tentang tanggung jawab, ingatan, dan transformasi.
Sustainability sebagai Bahasa Desain
Pada inti koleksi ini terdapat keputusan yang penuh kesadaran: bekerja dengan material yang telah memiliki sejarah. Batik Indonesia dan tekstil kimono Jepang direkonstruksi, dilapis, dan ditafsir ulang melalui pendekatan modern khas XSML. Setiap busana tidak menghapus masa lalu, melainkan merangkulnya—membiarkan jejak waktu, tekstur alami, dan motif tradisional tetap terlihat.
Di sini, sustainability bukan tentang menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, melainkan tentang memberi kehidupan kedua pada sesuatu yang bermakna.
Pertemuan Indonesia dan Jepang
Dialog budaya hadir secara subtil dan elegan. Motif batik muncul sebagai panel grafis dan aksen arsitektural, sementara kain kimono menghadirkan kelembutan dan fluiditas pada siluet yang terstruktur. Keduanya berpadu tanpa dominasi—menciptakan harmoni visual yang tenang dan berkelas.
Mantel dengan potongan presisi, gaun asimetris yang mengalir, serta busana pria berkarakter relaxed namun tegas membentuk koleksi yang terasa modern, timeless, dan progresif. Batas antara gender dan konvensi desain dilebur secara natural.
Runway sebagai Ruang Kontemplasi
Runway di Tokyo dirancang minimalis, memberi ruang bagi koleksi untuk berbicara. Proyeksi visual bernuansa alam—air yang bergerak, lanskap organik—memperkuat narasi tentang hubungan manusia dengan lingkungan.
Model berjalan dengan ritme yang tenang dan hampir seremonial. Tata rias tampil bersih dengan aksen lembut, rambut ditata natural dan sleek—sebuah estetika yang membiarkan busana menjadi pusat perhatian.
Mode sebagai Bahasa Global
Melalui “SUSTAINABILITY”, XSML menempatkan dirinya dalam percakapan global, di mana kemewahan tidak lagi diukur dari kemewahan berlebih, melainkan dari niat, kesadaran, dan makna. Batik Indonesia dan kimono Jepang tidak diposisikan sebagai simbol eksotis, tetapi sebagai warisan hidup yang relevan dalam konteks mode internasional.
XSML menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat hadir dengan keanggunan—tanpa kehilangan kekuatan desain maupun identitas budaya.
Di (X) S.M.L Fashion Week Tokyo 2024, XSML menghadirkan lebih dari sekadar koleksi musiman. Spring/Summer 2024 “SUSTAINABILITY” adalah sebuah manifesto tentang masa depan mode—di mana keahlian menggantikan konsumsi berlebih, di mana warisan menjadi fondasi modernitas, dan di mana keindahan berjalan seiring dengan tanggung jawab.
Di Tokyo, XSML tidak hanya menampilkan busana. Brand ini menyampaikan sebuah visi—intim, universal, dan berpandangan jauh ke depan.


